asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT71,350.0+1877.16 ( +2.7% )
DEGOUSDT0.875-0.089 ( -9.23% )
ETHUSDT2,096.02+66.19 ( +3.26% )
HYPEUSDT37.56+0.66 ( +1.79% )
PAXGUSDT5,088.32-75.91 ( -1.47% )
PIXELUSDT0.01354+0.00317 ( +30.57% )
SOLUSDT88.33+2.96 ( +3.47% )
TRXUSDT0.2894-0.0005 ( -0.17% )
XRPUSDT1.4138+0.042 ( +3.06% )
Powered by
News

CME Group Ingatkan Risiko “Bencana Besar” Jika AS Intervensi Pasar Minyak

User
March 13, 2026 | 12:13 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 13, 2026 | 12:13 WIB
CME Group Ingatkan Risiko “Bencana Besar” Jika AS Intervensi Pasar Minyak

CEO CME Group memperingatkan pemerintah Amerika Serikat agar tidak mencoba menekan harga minyak dengan melakukan intervensi di pasar derivatif selama konflik dengan Iran. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu gangguan besar terhadap stabilitas pasar energi global.

Terry Duffy, yang memimpin CME Group sebagai operator bursa tempat perdagangan kontrak berjangka minyak AS berlangsung, menyatakan bahwa campur tangan pemerintah dalam mekanisme penentuan harga komoditas dapat merusak kepercayaan investor. Ia menyebut bahwa tindakan semacam itu berisiko menimbulkan “bencana besar” bagi pasar jika pelaku pasar mulai meragukan independensi mekanisme harga.

Peringatan tersebut muncul setelah muncul laporan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk menekan lonjakan harga minyak di tengah eskalasi konflik Iran. Salah satu opsi yang dibahas adalah kemungkinan intervensi di pasar kontrak berjangka minyak.

Sejumlah pelaku industri bursa juga menilai intervensi pemerintah di pasar derivatif energi dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Selain berpotensi memicu volatilitas baru, langkah tersebut dikhawatirkan justru memperburuk kondisi pasar yang sudah sensitif akibat gangguan pasokan energi global.

Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, telah mendorong harga minyak melonjak tajam karena risiko gangguan distribusi energi global. Kondisi ini membuat pemerintah AS mencari berbagai cara untuk menahan kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.

Copiedbagikan