asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT75,935.4-2929.02 ( -3.71% )
BULLAUSDT0.02911-0.00329 ( -10.15% )
ETHUSDT2,244.09-99.36 ( -4.24% )
HYPEUSDT33.02-0.75 ( -2.22% )
PAXGUSDT4,998.44+160.43 ( +3.32% )
SLVONUSDT77.6-2.46 ( -3.07% )
SOLUSDT98.0-6.26 ( -6.0% )
XAUTUSDT4,974.6+161.71 ( +3.36% )
XRPUSDT1.5775-0.0396 ( -2.45% )
Powered by
News

Founder Terlibat Penggelapan Pajak, Perusahaan Mining Bitcoin Rusia Bangkrut

User
February 2, 2026 | 23:49 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 2, 2026 | 23:49 WIB
Founder Terlibat Penggelapan Pajak, Perusahaan Mining Bitcoin Rusia Bangkrut

​Industri kripto Rusia diguncang kabar buruk setelah induk perusahaan BitRiver, operator mining Bitcoin terbesar di negara tersebut, resmi masuk dalam status pengawasan kebangkrutan oleh pengadilan setempat. Situasi semakin kritis setelah pendiri sekaligus CEO perusahaan, Igor Runets, ditangkap dan ditempatkan dalam tahanan rumah oleh Pengadilan Distrik Moskow sejak akhir Januari lalu. Runets dijerat pasal pidana terkait dugaan penggelapan pajak yang memperburuk citra perusahaan di tengah krisis finansial.

​Kebangkrutan ini dipicu oleh sengketa utang senilai 9,2 juta dolar AS (sekitar Rp145 miliar) dengan anak usaha raksasa energi En+, terkait kontrak peralatan yang gagal dipenuhi. Masalah ini merembet pada pembekuan rekening perusahaan yang melumpuhkan operasional. Selain utang pokok tersebut, BitRiver juga tercatat menunggak tagihan listrik hingga mencapai 12,2 juta dolar AS kepada berbagai penyedia energi, yang menyebabkan pasokan daya ke fasilitas mining mereka diputus.

​Kondisi internal perusahaan dilaporkan telah hancur total sejak awal tahun 2025. Laporan media lokal menyebutkan bahwa 80% manajemen tingkat atas telah meninggalkan perusahaan, gaji karyawan tertunggak, dan kantor-kantor cabang telah ditutup. Pihak kurator kini tengah bernegosiasi untuk mengalihkan sisa aset yang ada, menandai akhir tragis bagi perusahaan yang dulunya menguasai lebih dari 50% pangsa pasar mining Bitcoin di Rusia tersebut.

Copiedbagikan