Pendiri sekaligus mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengajak perusahaan-perusahaan kripto membentuk aliansi keamanan bersama. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi serangan siber berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang makin canggih. Pernyataan ini disampaikan CZ pada Selasa (03/11) setelah Binance menjadi korban peretasan pada 29 Oktober lalu.
​Menurut CZ, peretas kini menggunakan AI untuk menyerang sistem dengan sangat cepat. Binance sendiri mendapati peretas menggunakan wawancara kerja palsu untuk membobol komputer karyawan, lalu memakai alat AI internal untuk melancarkan aksinya. CZ mengingatkan bahwa ancaman kejahatan siber di dunia kripto kini sudah sangat berbahaya dan bisa mengganggu stabilitas keuangan global.
​Untuk melawannya, CZ menyarankan industri kripto juga memakai teknologi AI sebagai benteng pertahanan. Melalui aliansi keamanan industri, para pelaku usaha bisa saling berbagi informasi, belajar dari kegagalan sistem, serta bekerja sama membekukan dana hasil curian dengan lebih cepat.
​Serangan ini bukan yang pertama, sebab teknologi AI sebelumnya juga dipakai untuk meretas firma keamanan Chainalysis dan bursa kripto asal Brasil, Mercado Bitcoin. Kendati demikian, CZ tetap yakin bahwa teknologi AI bisa menjadi pelindung utama jika dipakai untuk menemukan dan menutup celah keamanan sejak awal.



