Protokol privasi kripto Privacy Cash secara mendadak membekukan layanan deposit setelah melacak masuknya dana hasil peretasan Binance senilai $1,2 juta (sekitar Rp19 miliar). Dalam pengumuman resminya pada Rabu (04/11), tim developer menghentikan sistem deposit untuk memperkuat fitur penyaringan wallet (screening) agar platform mereka tidak dimanfaatkan oleh peretas.
​Berdasarkan analisis firma keamanan Elliptic, peretas Binance menyeludupkan dana curian berupa 41 ETH dan sekitar 11.900 SOL ke dalam kolam privasi milik Privacy Cash. Padahal, protokol ini telah menggunakan sistem relayer CipherOwl yang dirancang otomatis untuk menolak wallet bermasalah, namun dana hasil kejahatan tersebut rupanya tetap berhasil menembus sistem pertahanan awal mereka.
​Tim Privacy Cash belum menentukan kapan layanan deposit akan kembali dibuka sampai peningkatan sistem penyaringan selesai dilakukan. Kendati demikian, developer memastikan bahwa pengguna lama tetap dapat melakukan penarikan dana (withdrawal) secara normal tanpa batasan.
​Kasus ini menambah panjang deretan penelusuran aksi peretasan Binance yang total kerugiannya mencapai $6,34 miliar. Menurut catatan Elliptic per 4 November, sekitar $2,85 miliar aset curian berhasil dibekukan oleh penegak hukum dan penyedia jasa kripto, sementara $3,21 miliar lainnya masih tertahan di berbagai alamat wallet milik peretas.



