


Donald Trump memberikan sinyal kuat bahwa eskalasi militer di Timur Tengah akan kembali berlanjut. Trump mengindikasikan bahwa komando militer Pentagon kemungkinan besar bakal kembali meluncurkan gelombang serangan udara susulan ke wilayah pertahanan Iran pada Rabu (8/7) malam waktu setempat, menyusul gempuran perdana yang menyasar pangkalan logistik di dekat Selat Hormuz beberapa jam sebelumnya.
​Trump menegaskan bahwa eskalasi operasi militer yang sedang berlangsung ini bukanlah sebuah upaya untuk memulai perang ataupun memicu pergantian rezim di Iran. Trump menyatakan bahwa fokus mutlak dari pengerahan kekuatan udara ini murni merupakan bentuk tekanan keras demi menegakkan proses denuklirisasi total terhadap Iran.
​Langkah ofensif lanjutan ini diambil AS guna memastikan Iran tidak memiliki celah untuk mengembangkan atau mengaktifkan program senjata nuklir yang dinilai bisa berpotensi mengancam stabilitas global. Pernyataan Trump ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang sempat mengancam akan memblokade total lalu lintas pelayaran komersial di jalur Selat Hormuz sebagai aksi balasan.