Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) mengatakan menjadi pelopor tidak menjamin sebuah proyek akan tetap menjadi pemain terbesar dalam jangka panjang. Menurutnya, produk generasi kedua dan ketiga sering kali memiliki kesempatan memperbaiki kekurangan sekaligus mengoptimalkan teknologi yang sebelumnya dikembangkan pemain pertama.
CZ mengatakan industri kripto masih membutuhkan lebih banyak pemain untuk memperbesar pasar secara keseluruhan. Ia juga menyambut munculnya lebih banyak decentralized exchange (DEX), meskipun platform tersebut menjadi pesaing bagi centralized exchange seperti Binance.
CZ menilai persaingan justru diperlukan pada tahap awal pertumbuhan industri. Produk baru dapat mempelajari keberhasilan dan kesalahan generasi sebelumnya, kemudian menawarkan teknologi maupun pengalaman pengguna yang lebih baik.
CZ juga membahas Hyperliquid (HYPE). Ia mengatakan HYPE sebelumnya belum masuk pasar spot Binance karena struktur sirkulasi token dan pengaturan kustodi asetnya mungkin belum memenuhi standar Binance dalam mengelola risiko pihak lawan atau counterparty risk. Namun, CZ mengakui kondisi tersebut dapat berubah seiring perkembangan proyek.
HYPE sendiri akhirnya resmi masuk Binance Spot pada 24 September 2026, sehari sebelum wawancara tersebut, dengan pasangan HYPE/USDT, HYPE/USDC dan HYPE/TRY. Binance menerapkan Seed Tag pada HYPE yang menandakan aset tersebut memiliki volatilitas dan risiko lebih tinggi dibanding token lain yang sudah mapan.


.png)
