asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.454+0.0116 ( +2.62% )
BTCUSDT62,661.1-401.71 ( -0.64% )
EPICUSDT0.453-0.076 ( -14.37% )
ETHUSDT1,677.11-0.49 ( -0.03% )
HUSDT0.24793-0.44057 ( -63.99% )
HYPEUSDT62.021+0.1 ( +0.16% )
MOVEUSDT0.0149+0.0001 ( +0.68% )
SAHARAUSDT0.02028-0.01783 ( -46.79% )
SOLUSDT66.27-0.1 ( -0.15% )
Powered by
News - AI

David Sacks Sebut Regulasi AI Berlebihan Bisa Bikin AS Tertinggal dari China

User
June 9, 2026 | 13:18 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 9, 2026 | 13:18 WIB
David Sacks Sebut Regulasi AI Berlebihan Bisa Bikin AS Tertinggal dari China

Mantan White House Crypto and AI Czar, David Sacks, memperingatkan bahwa regulasi yang terlalu ketat terhadap kecerdasan buatan (AI) dapat mengancam posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi global dengan China.

Menurut Sacks, keunggulan Amerika Serikat di sektor AI saat ini tidak sebesar yang diperkirakan banyak pihak. Ia menilai AS hanya unggul sekitar enam hingga sembilan bulan dibandingkan China dalam perlombaan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Sacks berpendapat bahwa kebijakan yang terlalu membatasi inovasi berisiko memperlambat perkembangan perusahaan teknologi Amerika, sementara kompetitor di negara lain terus bergerak cepat mengembangkan kemampuan AI mereka. Dalam kondisi seperti itu, kesalahan regulasi dapat membuat keunggulan yang dimiliki AS saat ini menghilang dalam waktu singkat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perdebatan mengenai bagaimana pemerintah seharusnya mengatur teknologi AI. Di satu sisi, regulator ingin memastikan teknologi tersebut berkembang secara aman dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat. Namun di sisi lain, perusahaan teknologi khawatir aturan yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan mengurangi daya saing industri domestik.

Persaingan AI antara Amerika Serikat dan China saat ini menjadi salah satu rivalitas teknologi terbesar di dunia. Kedua negara terus menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data, mengembangkan model AI generatif, memproduksi chip canggih, serta menarik talenta terbaik di bidang kecerdasan buatan.

Copiedbagikan