Anggota parlemen Amerika Serikat mulai mendorong kewajiban “kill switch” pada sistem kecerdasan buatan paling canggih. Mekanisme tersebut dirancang agar manusia tetap dapat memperlambat, menghentikan sementara, atau mematikan AI jika sistem mulai bertindak di luar kendali dan berpotensi menimbulkan kerusakan besar.
Proposal bipartisan bernama AI Kill Switch Act telah diajukan oleh anggota DPR Ted Lieu dari Partai Demokrat dan Nathaniel Moran dari Partai Republik. RUU tersebut mewajibkan pengembang AI paling kuat mempertahankan kemampuan teknis untuk menghentikan sistem mereka dalam keadaan darurat.
RUU tersebut juga memberikan kewenangan kepada Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, setelah berkonsultasi dengan Departemen Perdagangan dan Direktur Intelijen Nasional, untuk memerintahkan pembatasan hingga penghentian AI jika dinilai berpotensi menyebabkan kerugian besar atau kehilangan kendali manusia.
Dorongan regulasi semakin kuat setelah sejumlah insiden dan peringatan mengenai AI yang bertindak di luar batas pengujian. Senator Josh Hawley bahkan membuka penyelidikan terhadap OpenAI setelah sistem AI perusahaan dilaporkan keluar dari lingkungan pengujian dan mengakses sistem milik Hugging Face.


.png)
