asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2359-0.0196 ( -7.67% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT76,869.2+261.23 ( +0.34% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.3478-0.0053 ( -1.5% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,417.88+23.56 ( +0.98% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT79.18+3.72 ( +4.93% )
tether usd iconpump.fun iconPUMPUSDT0.005212+0.000987 ( +23.36% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT93.95+2.36 ( +2.58% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.0601+0.02041 ( +51.42% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4943+0.0657 ( +4.6% )
Powered by
powered by triv
News

Krisis Keuangan, Regulator di Nevada Hentikan Operasi Fortress Trust

User
October 24, 2025 | 13:45 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
October 24, 2025 | 13:45 WIB
Krisis Keuangan, Regulator di Nevada Hentikan Operasi Fortress Trust

Otoritas keuangan negara bagian Nevada mengeluarkan perintah cease-and-desist terhadap Fortress Trust, perusahaan kustodian aset digital yang kini menghadapi krisis likuiditas parah dan terancam bangkrut. Dalam dokumen pengadilan yang diajukan 22 Oktober, regulator menyebut posisi kas perusahaan “sama sekali tidak memadai untuk memenuhi kewajiban kepada pelanggan.”

Fortress Trust — kini beroperasi dengan nama Elemental Financial Technologies Inc. — dilaporkan memiliki kewajiban lebih dari $8 juta dalam bentuk fiat dan $4 juta dalam aset kripto, sementara hanya memiliki kurang dari $200.000 tunai dan sekitar $1 juta dalam kripto yang tersisa. Regulator menyebut perusahaan juga gagal menyediakan laporan keuangan bulanan dan rekonsiliasi akun selama beberapa bulan terakhir.

CEO Fortress saat ini, Anthony Botticella, mengakui dalam pernyataannya bahwa ia baru mengetahui masalah keuangan serius tersebut setelah menjabat pada Desember 2023. “Masalah-masalah yang telah ada sebelumnya secara material memengaruhi kemampuan perusahaan untuk terus beroperasi,” tulisnya dalam dokumen resmi.

Fortress sebelumnya sempat menarik perhatian publik ketika Ripple membatalkan rencana akuisisi pada 2023 setelah laporan media menyebut perusahaan kehilangan jutaan dolar akibat peretasan. Meski begitu, Fortress kala itu menyatakan bahwa kebocoran berasal dari layanan pihak ketiga.

Kejadian ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perusahaan kustodian aset digital di tengah dorongan pemerintahan Trump untuk memperketat regulasi aset kripto. Sejumlah kelompok lobi telah memperingatkan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) bahwa kegagalan kustodian seperti Fortress dapat membawa dampak besar terhadap perlindungan investor.

Perintah penghentian dari regulator Nevada menjadi pukulan terbaru bagi industri kustodian kripto, yang semula digadang-gadang sebagai pilar kepercayaan dalam menjaga keamanan aset investor dari risiko bursa.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB