

.png)
.png)

Perusahaan teknologi blockchain Ripple menyatakan bahwa pihaknya tidak berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) dalam waktu dekat, meskipun banyak spekulasi di pasar tentang kemungkinan tersebut. Keputusan ini didasari keyakinan manajemen bahwa perusahaan memiliki neraca keuangan yang kuat dan sumber daya internal yang memadai untuk mendukung rencana pertumbuhan tanpa perlu go public.
Dalam pernyataannya, Ripple menekankan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan produk, ekspansi layanan pembayaran lintas batas, serta peningkatan adopsi solusi menggunakan aset digital seperti XRP. Pendekatan ini dianggap lebih penting untuk memperkuat posisi kompetitif di tengah dinamika industri keuangan digital yang cepat berubah, ketimbang mengejar IPO yang umumnya membawa tekanan jangka pendek dari pemegang saham publik.
Ripple juga menyoroti bahwa saat ini tidak kurang modal untuk mendukung kebutuhan investasi operasional dan ekspansi strategis. Dengan dukungan dari investor institusional dan arus kas yang sehat, perusahaan dinilai berada dalam posisi yang baik untuk mengejar pertumbuhan berkelanjutan tanpa harus membuka kepemilikan saham kepada publik.
Pasar kripto dan analis keuangan telah lama berspekulasi tentang potensi IPO Ripple, terutama karena peran besar perusahaan dalam infrastruktur pembayaran blockchain dan litigasi panjangnya dengan regulator AS. Namun pernyataan terbaru ini menjadi sinyal jelas bahwa Ripple memilih jalur pertumbuhan yang berbeda, dengan tetap mempertahankan struktur kepemilikan privat.
Keputusan untuk tidak mendesak IPO juga mencerminkan perubahan paradigma di industri teknologi dan kripto, di mana beberapa perusahaan lebih memilih untuk fokus pada inovasi produk dan ekspansi global tanpa tekanan dari pasar modal publik. Ripple menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam teknologi inti dan layanan yang memberikan nilai tambah kepada klien, mitra, serta ekosistem keuangan digital yang lebih luas.