asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.1479-0.0099 ( -6.27% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT63,650.0+580.24 ( +0.92% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,907.3+26.72 ( +1.42% )
tether usd iconhumanity protocol iconHUSDT0.107-0.06129 ( -36.42% )
tether usd iconhemi iconHEMIUSDT0.00617-0.00241 ( -28.09% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT59.4+2.32 ( +4.07% )
tether usd iconportal iconPORTALUSDT0.01738+0.00606 ( +53.53% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT75.84+0.47 ( +0.62% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.03983+0.00748 ( +23.12% )
Powered by
powered by triv
News - Regulation

DAXA Perketat Pengawasan API Bursa Kripto di Korea Selatan

User
May 29, 2026 | 12:03 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
May 29, 2026 | 12:03 WIB
DAXA Perketat Pengawasan API Bursa Kripto di Korea Selatan

Aliansi bursa aset digital Korea Selatan, Digital Asset eXchange Alliance atau DAXA, mengumumkan standar kepatuhan baru yang mewajibkan anggotanya menonaktifkan API key yang terindikasi digunakan secara tidak semestinya atau dibagikan kepada pihak lain.

Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan transaksi dan pengawasan aktivitas perdagangan kripto di negara tersebut.

Regulator keuangan Korea Selatan, Financial Supervisory Service, mengungkapkan bahwa sekitar 30% volume perdagangan kripto domestik saat ini berasal dari aktivitas automated trading atau perdagangan otomatis yang memanfaatkan API.

Menanggapi perkembangan tersebut, sejumlah bursa anggota DAXA seperti Upbit, Bithumb, Coinone, Korbit, dan Gopax akan memperketat sistem pemantauan penggunaan API.

Langkah yang disiapkan mencakup peningkatan monitoring aktivitas API, kewajiban autentikasi ulang bagi pengguna yang menerima peringatan keamanan, hingga penerapan sistem IP whitelisting untuk membatasi akses hanya dari alamat jaringan yang telah disetujui.

DAXA menilai penguatan kontrol API diperlukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun, perdagangan ilegal, hingga potensi manipulasi pasar yang dapat merugikan investor.

Analis melihat kebijakan ini sebagai bagian dari tren regulasi yang semakin ketat di Korea Selatan, salah satu pasar kripto terbesar di dunia, seiring meningkatnya penggunaan bot trading dan sistem perdagangan otomatis di industri aset digital.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan