


​Fokus pembangunan infrastruktur kripto selama satu dekade terakhir dinilai belum mampu melahirkan produk yang benar-benar ingin digunakan oleh masyarakat luas. Fakta ini menjadi sorotan dalam konferensi developer Ethereum, ETH Denver, di mana para tokoh industri mengakui bahwa Web3 telah gagal menciptakan aplikasi konsumen yang praktis. Pendiri ETH Denver, John Paller, secara blak-blakan menyebut industri kripto sangat buruk dalam merilis produk harian, karena dinilai gagal memenuhi ekspektasi dasar pengguna mengenai teknologi yang lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat.
​Senada dengan hal tersebut, pendiri Aztec Foundation, Zachary Williamson, menegaskan bahwa aplikasi kripto saat ini justru banyak dibenci oleh masyarakat umum akibat maraknya penipuan dan minimnya fungsi riil. Ia menyoroti hambatan terbesar bagi pengguna baru adalah kerumitan teknis dan user experience (UX) yang masih jauh tertinggal dari aplikasi Web2 konvensional. Masyarakat masih diwajibkan memahami fungsi wallet, private key, hingga proses pengisian dana (on-ramp) yang menyulitkan, sehingga menghambat aplikasi kripto untuk mendapatkan pengguna secara maksimal.
​Sebagai solusi, kedua tokoh sepakat bahwa masa depan kripto bertumpu pada kemampuan industri untuk membuat teknologi blockchain beroperasi secara tak kasatmata di balik aplikasi yang sudah akrab digunakan masyarakat. Paller menambahkan bahwa integrasi kecerdasan buatan (AI) dapat mempercepat transisi ini dengan menyederhanakan berbagai kompleksitas teknis tersebut. Momentum saat ini dinilai harus menjadi titik balik bagi para developer untuk fokus menciptakan produk bernilai nyata dan menyingkirkan proyek-proyek minim fungsi yang merusak citra industri.