asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2349-0.0068 ( -2.81% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,481.2+4797.15 ( +6.6% )
tether usd iconethena iconENAUSDT0.1405+0.0301 ( +27.26% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,432.18+112.53 ( +4.85% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT75.538+2.43 ( +3.33% )
tether usd iconontology gas iconONGUSDT0.08794-0.03239 ( -26.92% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT91.47+4.02 ( +4.6% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04215+0.00641 ( +17.94% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3789+0.1454 ( +11.79% )
Powered by
powered by triv
News

Developer Ethereum Akui Aplikasi Blockchain Belum Mampu Dapatkan Pengguna Secara Maksimal

User
February 23, 2026 | 03:09 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 23, 2026 | 03:09 WIB
Developer Ethereum Akui Aplikasi Blockchain Belum Mampu Dapatkan Pengguna Secara Maksimal

​Fokus pembangunan infrastruktur kripto selama satu dekade terakhir dinilai belum mampu melahirkan produk yang benar-benar ingin digunakan oleh masyarakat luas. Fakta ini menjadi sorotan dalam konferensi developer Ethereum, ETH Denver, di mana para tokoh industri mengakui bahwa Web3 telah gagal menciptakan aplikasi konsumen yang praktis. Pendiri ETH Denver, John Paller, secara blak-blakan menyebut industri kripto sangat buruk dalam merilis produk harian, karena dinilai gagal memenuhi ekspektasi dasar pengguna mengenai teknologi yang lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat.

​Senada dengan hal tersebut, pendiri Aztec Foundation, Zachary Williamson, menegaskan bahwa aplikasi kripto saat ini justru banyak dibenci oleh masyarakat umum akibat maraknya penipuan dan minimnya fungsi riil. Ia menyoroti hambatan terbesar bagi pengguna baru adalah kerumitan teknis dan user experience (UX) yang masih jauh tertinggal dari aplikasi Web2 konvensional. Masyarakat masih diwajibkan memahami fungsi wallet, private key, hingga proses pengisian dana (on-ramp) yang menyulitkan, sehingga menghambat aplikasi kripto untuk mendapatkan pengguna secara maksimal.

​Sebagai solusi, kedua tokoh sepakat bahwa masa depan kripto bertumpu pada kemampuan industri untuk membuat teknologi blockchain beroperasi secara tak kasatmata di balik aplikasi yang sudah akrab digunakan masyarakat. Paller menambahkan bahwa integrasi kecerdasan buatan (AI) dapat mempercepat transisi ini dengan menyederhanakan berbagai kompleksitas teknis tersebut. Momentum saat ini dinilai harus menjadi titik balik bagi para developer untuk fokus menciptakan produk bernilai nyata dan menyingkirkan proyek-proyek minim fungsi yang merusak citra industri.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 5,75%
News - Breaking News
July 22, 2026 | 15:06 WIB