


​Otoritas pengadilan Amerika Serikat melalui Departemen Kehakiman (DOJ) dilaporkan tengah menginvestigasi bursa kripto Binance. Tim penyidik mulai mengumpulkan bukti terkait dugaan penggunaan platform tersebut oleh jaringan pendukung militer Iran untuk menghindari sanksi ekonomi. Penyelidikan ini berfokus pada potensi kelalaian sistematis dalam prosedur compliance bursa terhadap aliran dana ilegal bernilai besar.
​Langkah hukum ini muncul menyusul laporan bahwa Binance sempat menghentikan audit internal dan menonaktifkan staf compliance yang menangani kasus tersebut. Meskipun pendiri Binance telah menerima pengampunan dari Presiden Donald Trump akhir tahun lalu, pengawasan terhadap operasional bursa tetap diperketat. Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan untuk menentukan sejauh mana keterlibatan bursa dalam aktivitas keuangan yang melanggar sanksi tersebut.
​Binance membantah keras tuduhan tersebut dan mengklaim telah proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum serta tetap berkomitmen pada regulasi global. Meski demikian, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk yang memperkuat kekhawatiran market bahwa bursa terpusat (CEX) dapat condong pada kepentingan negara tertentu dan sulit mempertahankan netralitas di tengah tekanan geopolitik dunia.