Penerbit stablecoin USDC, Circle, bersiap meluncurkan public mainnet jaringan layer-1 terbarunya, Arc, pada Rabu (16/9). Peluncuran blockchain terbaru ini didukung oleh 11 validator institusional seperti BlackRock, Visa, Mastercard, DTCC, Galaxy, SBI Group, hingga Standard Chartered, setelah Circle meraup dana presale $222 juta dengan valuasi proyek $3 miliar.
​Dirancang untuk kebutuhan pembayaran, valuta asing, dan sekuritas tertokenisasi, Arc menggunakan USDC langsung sebagai biaya transaksi (gas fee). Skema ini memangkas ketergantungan pada token utilitas yang relatif lebih volatil, memanfaatkan likuiditas USDC berkapitalisasi pasar $74,2 miliar demi proses settlement institusional yang stabil dan cepat.
​Kesiapan infrastruktur Arc juga langsung menarik integrasi produk finansial berskala besar. BlackRock dijadwalkan menerbitkan dana likuiditas digitalnya, BUIDL, langsung di Arc guna memfasilitasi transaksi instan, sementara DTCC berkolaborasi menguji coba tokenisasi aset simpanan kustodian DTC mulai paruh kedua 2027.
​Meski menyasar pengguna institusional, pembukaan mainnet Arc mulai dibidik trader ritel yang bersiap memburu pergerakan meme coin. Pelaku pasar memproyeksikan Arc berpotensi mengulang skenario Robinhood Chain, ketika jaringan yang disiapkan untuk aset dunia nyata (RWA) justru langsung dibanjiri transaksi spekulatif dengan volume bursa terdesentralisasi (DEX) harian menembus rekor miliaran dolar usai peluncuran.



