

.png)
.png)

Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah menelan biaya sekitar $25 miliar hingga saat ini.
Angka tersebut diungkap oleh pejabat Pentagon dalam sidang di Kongres, menjadi estimasi resmi pertama sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026.
Sebagian besar pengeluaran berasal dari penggunaan amunisi dalam skala besar, termasuk rudal presisi dan sistem pertahanan udara.
Selain itu, biaya juga mencakup operasional militer, pemeliharaan, serta penggantian peralatan yang rusak atau hancur selama konflik berlangsung.
Perang ini juga melibatkan pengerahan besar-besaran pasukan dan aset militer AS ke kawasan Timur Tengah, yang turut menambah beban anggaran.
Dampaknya tidak hanya terasa di sektor militer, tetapi juga ekonomi global, termasuk kenaikan harga energi akibat terganggunya distribusi minyak.
Sejumlah analis memperkirakan total biaya dapat terus meningkat, terutama jika konflik berlanjut atau memerlukan pembangunan kembali infrastruktur militer.
Pengungkapan angka ini memicu perdebatan politik di dalam negeri AS, terutama terkait dampak fiskal dan inflasi.