


​Dua investor kripto asal Prancis menjadi korban penyekapan dan penyiksaan brutal selama 52 jam oleh geng kriminal di London. Dalam aksi pemerasan tersebut, para pelaku memaksa korban mentransfer aset digital senilai $30.000 melalui wallet kripto sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh kepolisian setempat.
​Insiden ini menimpa dua pemuda berusia 20-an tahun yang tengah berkunjung ke London. Menurut keterangan di pengadilan, gaya hidup yang kerap diunggah ke media sosial diduga kuat menarik perhatian komplotan pelaku. Korban dijebak saat hendak membeli ganja di kawasan Shadwell, London Timur, sebelum disergap oleh tiga pria bersenjata api dan pisau, lalu dibawa paksa ke sebuah apartemen di Canning Town.
​Selama 52 jam penyekapan, kedua korban mengalami penganiayaan fisik yang berat. Pelaku mengikat korban dengan kabel, menyiramkan air panas ke tubuh, hingga menyulutkan rokok ke wajah korban. Di bawah ancaman kekerasan, korban terpaksa mengirimkan aset kripto sebesar $30.000 dari wallet mereka. Para pelaku sempat menuntut tambahan dana hingga $150.000 sebelum aksi mereka terhenti.
​Penyekapan berakhir setelah rekan korban berhasil melapor ke polisi. Satuan khusus Kepolisian Metropolitan London (Flying Squad) melacak lokasi penyekapan dan melakukan aksi kejar-kejaran mobil berkecepatan tinggi hingga 70 mph di kawasan pemukiman. Mobil pelaku akhirnya menabrak tiang listrik, dan para tersangka ditangkap di lokasi kejadian serta melalui operasi susulan.
​Pengadilan Inner London Crown menyatakan lima anggota geng bersalah atas tuduhan penyekapan dan konspirasi pemerasan. Penjatuhan hukuman dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Sementara itu, kepolisian mengonfirmasi bahwa dalang utama di balik skenario pemerasan ini masih dalam pencarian dan diduga mengendalikan operasi dari luar negeri.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.