


Tim peneliti keamanan Bitcoin Red Team merilis hasil audit masif terhadap 501 proyek open source di ekosistem Bitcoin pada Kamis (14/8). Menggunakan model kecerdasan buatan Kimi K3 asal Tiongkok, pemindaian ini menemukan hampir 8.000 kelemahan kode. Dari total temuan tersebut, sebanyak 1.280 celah masuk dalam kategori tingkat tinggi hingga kritis yang langsung dikonfirmasi kebenarannya oleh para developer sistem.
​Penggunaan AI Kimi K3 ini dilakukan setelah laboratorium kecerdasan buatan di Amerika Serikat membatasi akses model mereka untuk riset keamanan teknis. Hasil pemindaian membuktikan bahwa akumulasi kode buatan manusia selama belasan tahun kini dengan cepat dibedah oleh AI. Jaringan pembayaran Lightning Network serta proyek-proyek lama yang jarang diperbarui menjadi area yang paling banyak ditemukan titik lemah.
​Meskipun mengungkap ribuan bug berbahaya, tim peneliti menegaskan bahwa audit AI ini tidak merugikan Bitcoin. Temuan ini justru dimanfaatkan para developer untuk menambal seluruh celah keamanan sebelum sempat diserang oleh peretas. Proses perbaikan massal ini diklaim membuat benteng pertahanan ekosistem Bitcoin menjadi jauh lebih kuat.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.