asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7094+0.0155 ( +2.23% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT82,080.0+430.29 ( +0.53% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.2487-0.0269 ( -9.76% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,405.88+9.94 ( +0.42% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.931+0.74 ( +0.94% )
tether usd iconimpossible cloud network iconICNTUSDT0.172-0.0203 ( -10.56% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT105.0+1.68 ( +1.63% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.9928+0.0198 ( +2.04% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Dituding Lalai Memblokir Wallet Kripto Terafiliasi Iran, CEO Tether Bantah Laporan Senat

User
October 20, 2026 | 02:08 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
October 20, 2026 | 02:08 WIB
Dituding Lalai Memblokir Wallet Kripto Terafiliasi Iran, CEO Tether Bantah Laporan Senat

​CEO Tether, Paolo Ardoino, membantah hasil laporan investigasi Senat Amerika Serikat yang menuding kelalaian dalam pemblokiran wallet kripto terkait sanksi Iran. Melalui pernyataan resminya pada Minggu (19/10), Ardoino menegaskan bahwa sejak 2023, Tether melakukan pembekuan alamat berisiko rata-rata empat minggu lebih cepat sebelum sanksi resmi diterbitkan oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) maupun Badan Anti-Terorisme Israel (NBCTF). Ia juga mengklaim 99% alamat yang dilaporkan telah dibekukan sebelum firma analitik Chainalysis menyematkan label sanksi pada wallet tersebut.

​Bantahan Ardoino dirilis guna merespons laporan Senator Demokrat Richard Blumenthal pada 28 September 2026, yang menyebut 84% dari 846 wallet terhubung Iran bertransaksi secara eksklusif menggunakan USDT. Laporan Senat tersebut menuduh Tether terlambat membekukan 34 wallet terkait jaringan Hizbullah hingga menyebabkan kaburnya dana senilai $34,6 juta dalam bentuk USDT. Atas temuan tersebut, Blumenthal meminta Kementerian Keuangan dan Departemen Kehakiman AS menggelar investigasi formal terhadap dugaan pelanggaran hukum perbankan dan aturan sanksi internasional oleh Tether.

​Sebagai bentuk pembelaan, Tether mencatat telah membekukan total USDT bernilai hampir $550 juta yang terkait dengan jaringan Iran sepanjang tahun 2026. Aksi pembekuan terbesar mencakup penyitaan $344 juta pada April dan $130 juta pada Juli, yang dieksekusi melalui kerja sama langsung dengan aparat penegak hukum AS. Ardoino menambahkan bahwa langkah preventif perusahaan berhasil menekan volume transaksi USDT terhubung Iran hingga 94%.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read