


​Consensys, perusahaan di balik wallet kripto MetaMask, mengakui telah secara tak sengaja mempekerjakan seorang developer perangkat lunak yang terafiliasi dengan jaringan peretas Korea Utara (DPRK). Berdasarkan laporan eksklusif dari Drop Site News yang dipublikasikan pada Sabtu (18/7), insiden penyusupan ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan, tepatnya sejak 9 Maret hingga April 2026.
​Peretas yang beroperasi menggunakan nama samaran "Tyler Knapp" dan handle GitHub "imyugioh" tersebut berhasil masuk sebagai konsultan melalui penyedia layanan pihak ketiga. Selama periode singkat tersebut, ia telah memiliki akses dan ikut menulis kode produksi untuk platform inti MetaMask. Kontribusinya mencakup bagian konversi kripto ke mata uang fiat melalui pihak ketiga, serta repositori aplikasi seluler MetaMask.
​Beruntung, Penasihat Umum Consensys, Matt Corva, menyatakan bahwa ancaman tersebut terdeteksi dengan cepat. Pada April 2026, Consensys mengeluarkan peringatan internal darurat untuk menangguhkan seluruh perilisan produk dan melarang staf berinteraksi dengan "Tyler Knapp". Pihak perusahaan langsung mencabut aksesnya pada saat itu juga dan melaporkannya ke penegak hukum.
​Investigasi internal Consensys memastikan bahwa tidak ada kode berbahaya yang berhasil disisipkan, tidak ada pencurian data, dan dana pengguna dipastikan aman seratus persen.
​Insiden ini mengingatkan komunitas kripto pada tragedi eksploitasi protokol Drift senilai $270 juta pada April 2026 lalu, yang juga diotaki oleh peretas Korea Utara dari dalam perusahaan. Kasus-kasus ini menyoroti tren berbahaya di mana peretas menggunakan taktik rekayasa sosial (social engineering) tingkat tinggi selama berbulan-bulan untuk menyusup ke startup Web3 di Amerika Serikat.