Jaringan Layer-2 milik Robinhood yang dibangun di atas teknologi Arbitrum mencatatkan lonjakan aktivitas signifikan dengan volume perdagangan harian di bursa terdesentralisasi (decentralized exchange/DEX) yang menyentuh angka $944 juta. Padahal, jaringan blockchain tersebut tercatat baru beroperasi selama dua bulan sejak resmi meluncur pada 1 Juli lalu.
Berdasarkan laporan pasar terkini, lonjakan transaksi di Robinhood Chain didorong oleh tingginya minat terhadap berbagai instrumen likuid, mulai dari token aset RWA seperti saham Apple dan NVIDIA, hingga koin meme spekulatif seperti CASHCAT. Pada 30 Agustus, jaringan ini membukukan volume perdagangan harian sebesar $875 juta dengan total 5,52 juta transaksi, di mana perdagangan token RWA sendiri sempat mencetak rekor harian hingga $85 juta pada akhir Agustus. ​
Aktivitas perdagangan di jaringan ini didominasi oleh protokol Uniswap, dengan integrasi Uniswap v4 dan v3 menguasai sekitar 90% dari total alur transaksi harian. Selain itu, platform launchpad Pons turut memicu lonjakan aktivitas jaringan dengan memfasilitasi lebih dari 22.600 pembuatan token baru dalam satu hari, mendorong total volume kumulatif DEX di Robinhood Chain melampaui $47 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan.



