


​Pemerintah Inggris resmi menjatuhkan sanksi terhadap 18 platform kripto, bank, dan jaringan keuangan yang memfasilitasi jaringan pembayaran “A7” milik Kremlin untuk menghindari pembatasan ekonomi internasional. Entitas-entitas ini dituduh telah memproses transaksi senilai lebih dari $90 miliar sepanjang tahun 2025 untuk mendanai invasi Rusia ke Ukraina. Kini, seluruh bisnis yang beroperasi di Inggris diwajibkan untuk membekukan aset serta memblokir transaksi apa pun yang terhubung dengan perusahaan-perusahaan tersebut.
​Laporan dari TRM Labs mengungkap bahwa beberapa bursa kripto yang menjadi target utama mencakup Huobi, Exmo Exchange, Bitpapa, dan Rapira Group. Huobi secara spesifik tercatat mengirimkan lebih dari $4,9 miliar dalam transaksi on-chain ke entitas yang disanksi Inggris dan jaringan A7 sejak 2021. Aktivitas ini terus berpindah ke platform penerus seperti Rapira, Aifory Pro, Grinex.io, dan ABCex setelah penutupan bursa Garantex pada Maret 2025.
​Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memutus aliran dana yang menopang perang Rusia di Ukraina. Analisis terpisah dari TRM Labs menunjukkan lonjakan tajam aktivitas kripto ilegal tahun lalu, di mana token A7A5 dari jaringan A7 menyumbang $72 miliar nilai perdagangan, sementara wallet milik grup tersebut mencatat transaksi sebesar $39 miliar.