​Chief Executive Officer (CEO) Robinhood, Vlad Tenev, menyambut antusias langkah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang menerbitkan kerangka regulasi Innovation Exemption bagi perdagangan saham tertokenisasi, Kamis (17/9). Melalui akun X pribadinya, Tenev menyatakan dukungan penuh perusahaannya terhadap terobosan regulasi tersebut seraya menegaskan era tokenisasi saham kini resmi dimulai di pasar modal AS.
​Tenev menilai kepemimpinan SEC di bawah pimpinan Paul Atkins berhasil membuka jalan bagi masyarakat AS untuk menikmati keunggulan teknologi blockchain di pasar saham konvensional. Ia menyoroti sejumlah manfaat fundamental yang kini bisa diakses investor, mulai dari settlement instan, perdagangan nonstop 24/7, hingga kepemilikan saham fraksional secara otomatis (fractionalization by default).
​Menurut Tenev, kehadiran kebijakan ini menjadi hari baik bagi inovasi teknologi finansial di Amerika Serikat. Pihak Robinhood menegaskan bahwa masyarakat berhak memperoleh akses seluas-luasnya terhadap utilitas kripto dan berbagai efisiensi transaksi modern tanpa hambatan regulasi bursa tradisional yang kaku.
​Sebagai catatan, Robinhood sendiri saat ini tercatat sebagai pemegang pangsa pasar terbesar untuk instrumen tokenisasi saham. Data Token Terminal menunjukkan Robinhood Chain memimpin pasar saham tertokenisasi dengan torehan total value locked (TVL) mencapai $98,2 juta, melampaui jaringan besar lain seperti Solana yang mencatat $87,4 juta dan BNB Chain sebesar $36,3 juta.



