

.png)
.png)

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, dilaporkan menggelar pembicaraan langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas peluang pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence di Israel. Diskusi tersebut menyoroti potensi kolaborasi di sektor AI yang dinilai semakin strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak membahas posisi Israel sebagai salah satu pusat inovasi teknologi global, khususnya di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan keamanan siber. Netanyahu menekankan ambisi pemerintah Israel untuk memperkuat ekosistem AI domestik dan menarik lebih banyak investasi teknologi tingkat global.
Sementara itu, Elon Musk dikenal aktif mengembangkan teknologi AI melalui berbagai inisiatif, termasuk perusahaan xAI yang ia dirikan untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan generatif. Keterlibatan Musk dalam diskusi ini dipandang sebagai sinyal kuat meningkatnya minat perusahaan teknologi besar terhadap potensi talenta dan infrastruktur riset AI di Israel.
Pembicaraan ini juga berlangsung di tengah meningkatnya persaingan global dalam pengembangan AI, di mana negara dan korporasi berlomba membangun keunggulan teknologi yang dapat berdampak luas pada sektor ekonomi, pertahanan, hingga industri digital. Israel sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu hub startup teknologi dengan dukungan kuat dari pemerintah dan sektor swasta.
Hingga saat ini, belum ada rincian resmi terkait bentuk kerja sama konkret yang akan dijalankan pasca pembicaraan tersebut. Namun, pertemuan antara Elon Musk dan Netanyahu ini dinilai memperkuat posisi Israel dalam peta pengembangan AI global, sekaligus mencerminkan semakin eratnya hubungan antara inovator teknologi swasta dan pemerintah dalam mendorong transformasi digital.