asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.23-0.0442 ( -16.12% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,752.5+5510.61 ( +7.63% )
tether usd icondoge coin iconDOGEUSDT0.08463+0.00503 ( +6.32% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,404.56+107.0 ( +4.66% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT76.852+4.22 ( +5.81% )
tether usd iconontology gas iconONGUSDT0.08529+0.00322 ( +3.92% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT91.95+4.96 ( +5.7% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.03858+0.00753 ( +24.25% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4109+0.1524 ( +12.11% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

​ETF Bitcoin Spot AS Catat Inflow Bersih $517 Juta, Tertinggi dalam 3,5 Bulan Terakhir

User
August 21, 2026 | 04:48 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 21, 2026 | 04:48 WIB
​ETF Bitcoin Spot AS Catat Inflow Bersih $517 Juta, Tertinggi dalam 3,5 Bulan Terakhir

Produk exchange-traded fund atau ETF Bitcoin spot di pasar modal Amerika Serikat membukukan arus modal masuk bersih atau net inflows sebesar $517,19 juta pada perdagangan Rabu, (19/8). Berdasarkan data agregasi SoSoValue, capaian harian ini merupakan rekor inflow terbesar dalam 3,5 bulan terakhir sejak 4 Mei lalu, sekaligus menandai kembalinya minat akumulasi investor institusional skala besar di tengah rebound pasar aset digital.

​Dari total 12 pengelola dana ETF Bitcoin spot di AS, sebanyak 8 produk sukses mencatatkan penambahan modal positif tanpa adanya arus modal keluar atau outflow yang signifikan. ETF milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust atau IBIT, mendominasi arus modal dengan serapan dana mencapai $284,74 juta, disusul oleh ARK 21Shares Bitcoin ETF atau ARKB sebesar $77,71 juta, serta Wise Origin Bitcoin Trust milik Fidelity atau FBTC yang meraup $62,41 juta. Lonjakan ini mengerek total dana kelolaan bersih akumulatif ETF Bitcoin AS menembus $52,79 miliar dengan valuasi aset dasar mencapai $84,31 miliar.

​Derasnya suntikan modal ini dinilai merupakan respons langsung atas pengumuman perluasan buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS yang menekan imbal hasil surat utang dan melemahkan dolar AS, sehingga memicu kembalinya selera risiko pasar. Besaran arus modal yang masuk dalam jumlah masif ini juga mempertegas langkah akumulasi berjangka panjang dari para pengelola modal institusional berkapasitas neraca besar, bukan sekadar pergerakan dana spekulatif harian.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 5,75%
News - Breaking News
July 22, 2026 | 15:06 WIB