


Co-founder EthSystems, Mo Jalil, mengungkapkan bahwa masalah privasi masih menjadi rintangan terbesar bagi perbankan dan lembaga keuangan global untuk mengadopsi jaringan blockchain publik. Pernyataan tersebut disampaikan Jalil dalam wawancara eksklusif dengan CoinDesk pada Selasa (28/7/2026).
Jalil menjelaskan bahwa sebagian besar institusi keuangan membutuhkan tingkat kerahasiaan tertentu sebelum dapat mengoperasikan sistem mereka di atas jaringan terdesentralisasi. Menurutnya, privasi bagi perbankan tidak sekadar menyembunyikan informasi atau menjamin anonimitas transaksi, melainkan mencakup kendali penuh atas siapa yang berhak mengakses data, kapan data tersebut dapat diakses, serta batasan informasi yang diizinkan untuk dilihat oleh pihak luar.
Sebagai entitas baru pecahan dari Ethereum Foundation pada awal Juli 2026, EthSystems saat ini tengah berfokus mengembangkan infrastruktur privasi khusus bagi sektor perbankan. Jalil menegaskan bahwa pihak perusahaan memilih untuk berkolaborasi dengan ekosistem privasi yang sudah ada ketimbang bersaing langsung dengan proyek-proyek privasi yang telah mapan di industri.
Pentingnya infrastruktur privasi ini mengemuka di tengah dorongan integrasi sistem keuangan tradisional ke jaringan on-chain. Ketersediaan kontrol kerahasiaan yang memenuhi standar regulasi perbankan dinilai menjadi kunci utama yang akan membuka gelombang adopsi massal institusi keuangan di masa depan.