​Pendiri NEAR Protocol, Illia Polosukhin, mewanti-wanti bahaya celah keamanan sistem internet yang ia sebut sebagai kondisi Security Armageddon atau kiamat keamanan internet pada Kamis (22/10). Menurutnya, sistem lama seperti PHP, Node.js, hingga LiteLLM kini makin rawan dibobol peretas jika tidak segera diperbaiki.
​Untuk mencegah gelombang peretasan tersebut, Polosukhin menyerukan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan verifikasi matematis agar tim keamanan bisa mendeteksi celah bahaya lebih cepat. Ia juga meminta para developer untuk mulai mengganti sistem otentikasi kunci API konvensional ke sistem kriptografi yang jauh lebih aman.
​Peringatan ini muncul tidak lama setelah fitur transaksi cross-chain NEAR Intents sempat dibobol peretas senilai $3,8 juta pada awal Oktober. Namun, tim NEAR bergerak cepat menutup celah tersebut dan berjanji akan mengganti seluruh kerugian pengguna yang terdampak.
​Di tengah isu keamanan global ini, harga token NEAR masih bertahan stabil di level $5,02 pada Kamis (22/10). Walau begitu, nilai open interest di pasar futures tercatat turun 7,45% menjadi $1,50 miliar yang mengindikasikan para trader mulai mengurangi penggunaan leverage.



