Founder proyek kripto Hex dan PulseChain, Richard Heart (nama asli Richard James Schueler), dilaporkan telah ditangkap oleh pihak berwenang di Istanbul, Turki, pada Rabu (14/10). Operasi penangkapan yang melibatkan gabungan badan intelijen Turki (MİT) dan kepolisian setempat tersebut mengamankan Heart di sebuah kediaman di distrik Beşiktaş.
​Berdasarkan laporan media setempat, penangkapan ini dilakukan berdasarkan permintaan Red Notice dari Interpol yang diajukan oleh otoritas Finlandia atas dugaan penipuan dan penggelapan pajak berat (aggravated tax fraud). Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita uang tunai sebesar $4 juta, 64 jam tangan mewah, serta sejumlah perangkat elektronik dari lokasi. Heart sendiri selama ini dikenal di komunitas kripto karena sering memamerkan barang-barang mewah dan koleksi jam tangan bernilai jutaan dolar.
​Sosok Richard Heart dikenal melalui dua proyek kripto yang terbilang populer namun kontroversial. Proyek pertamanya, Hex (HEX), diluncurkan pada akhir 2019 dengan klaim sebagai sertifikat deposito (Certificate of Deposit) pertama di atas jaringan blockchain. Melalui sistem ini, pengguna diajak mengunci token mereka dalam jangka panjang untuk mendapatkan imbal hasil (yield). Meskipun sempat menyentuh harga tertinggi $0,44 pada 2021, harga token Hex telah merosot lebih dari 99% dari titik puncaknya. Selanjutnya pada 2023, Heart meluncurkan PulseChain (PLS), sebuah jaringan blockchain Layer-1 independen hasil salinan (hard fork) dari Ethereum. Jaringan ini dirancang untuk memberikan biaya transaksi yang lebih murah dan cepat bagi ekosistem Hex.
​Kabar penangkapan sang founder langsung berdampak buruk pada harga aset di ekosistemnya. Token Hex tercatat merosot hingga 25% pascarilisnya berita penangkapan, sementara token utama jaringan PulseChain (PLS) anjlok hingga 35% dalam 24 jam terakhir.



