Saham perusahaan teknologi Nasdaq, Datavault AI, mengalami kejatuhan tajam hingga 50%. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi pada Rabu (28/10), kepanikan pasar ini dipicu pengakuan perusahaan yang tidak dapat menarik simpanan Bitcoin senilai $ 150 juta atau sekitar Rp 2,3 triliun dari bursa kripto Biconomy.
​Akar masalah ini bermula dari transaksi transfer off-chain internal Biconomy, di mana Datavault AI tidak memegang private key aset secara langsung. Saat Datavault AI mencoba memindahkan sisa aset senilai 817,6 BTC atau sekitar $ 66 juta sejak Juni lalu, penarikan tersebut tertahan dan gagal diproses oleh Biconomy.
​Akibat gagal membuktikan kendali atas aset tersebut, auditor menilai Bitcoin itu tidak layak dicatat di balance sheet. Datavault AI terpaksa merombak pembukuan dan meminta investor mengabaikan empat laporan keuangan terakhir mereka.
​Insiden ini menjadi pukulan telak sekaligus pengingat nyata bagi pasar korporasi mengenai risiko kegagalan kustodi pihak ketiga (custody risk). Hingga saat ini, pihak Biconomy belum memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab tertahannya penarikan dana tersebut.



