asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BRUSDT0.13115-0.00192 ( -1.44% )
BTCUSDT67,789.2+1070.17 ( +1.6% )
COREUSDT0.03226-0.02825 ( -46.69% )
ETHUSDT2,067.19+62.76 ( +3.13% )
NOMUSDT0.00339+0.00071 ( +26.49% )
PAXGUSDT4,542.47+47.78 ( +1.06% )
SOLUSDT84.56+2.08 ( +2.52% )
TRXUSDT0.3219+0.0025 ( +0.78% )
XRPUSDT1.3625+0.0241 ( +1.8% )
Powered by
News

Gandeng XRP Ledger, Perusahaan Argentina Tokenisasi Kontrak Listrik Senilai Rp12 Triliun

User
March 30, 2026 | 08:29 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 30, 2026 | 08:29 WIB
Gandeng XRP Ledger, Perusahaan Argentina Tokenisasi Kontrak Listrik Senilai Rp12 Triliun

​Anak usaha listrik dari perusahaan energi Argentina, YPF Luz, resmi meluncurkan platform Enertoken yang dibangun di atas jaringan XRP Ledger (XRPL). Melalui kolaborasi dengan infrastruktur blockchain Justoken, perusahaan ini melakukan digitalisasi kontrak energi dengan nilai fantastis mencapai lebih dari Rp12,6 triliun ($800 juta). Langkah strategis ini memposisikan YPF sebagai salah satu pionir global dalam pemanfaatan teknologi Real World Asset (RWA) untuk efisiensi operasional skala besar.

​Berbeda dengan sistem prabayar biasa, Enertoken berfungsi sebagai platform manajemen kontrak listrik digital yang ditujukan bagi korporasi dan konsumen energi raksasa. Melalui tokenisasi satuan Megawatt-hour (MWh), setiap penggunaan listrik akan tercatat secara real-time dan transparan di atas blockchain. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi pelacakan konsumsi, pengumpulan data tagihan, hingga eksekusi kontrak secara otomatis tanpa perlu proses birokrasi manual yang lambat.

​Langkah ini juga mempertegas dominasi Justoken sebagai platform RWA terbesar di ekosistem Ripple saat ini. Meskipun aset senilai Rp12,6 triliun tersebut telah tercatat on-chain, statusnya tetap sebagai kontrak resmi yang terikat hukum di bawah regulator Argentina (CNV). Kehadiran YPF di jaringan XRPL menandai pergeseran besar industri energi dunia yang mulai berpindah ke buku besar digital demi transparansi dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi

Copiedbagikan