asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.00002125-0.000003 ( -13.79% )
BTCUSDT69,539.3+1811.71 ( +2.68% )
ETHUSDT2,013.8+32.77 ( +1.65% )
PAXGUSDT5,185.45-136.56 ( -2.57% )
PEPEUSDT0.00000349+0.00000005 ( +1.45% )
PIPPINUSDT0.3255-0.143385 ( -30.58% )
SLVONUSDT77.16+2.44 ( +3.26% )
SOLUSDT87.48+2.59 ( +3.05% )
XAUTUSDT5,137.2-140.93 ( -2.67% )
Powered by
News

Garda Revolusi Iran Klaim Masih Kendalikan Selat Hormuz

User
March 4, 2026 | 13:53 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
March 4, 2026 | 13:53 WIB
Garda Revolusi Iran Klaim Masih Kendalikan Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim telah menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan oleh penasihat senior IRGC Ebrahim Jabbari melalui media pemerintah Iran.

Dalam pernyataannya, Jabbari menyebut bahwa selat strategis tersebut telah ditutup dan memperingatkan kapal yang mencoba melintas akan menghadapi tindakan militer dari pasukan Garda Revolusi dan angkatan laut Iran. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyiarkan peringatan radio kepada kapal kapal sejak 28 Februari untuk melarang pelayaran melalui jalur tersebut.

Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menyusul kematian pemimpin tertinggi Iran. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan terganggunya salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

IRGC juga mengklaim telah melakukan serangan drone terhadap sejumlah kapal tanker, termasuk kapal bernama Athe Nova. Namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak internasional.

Sementara itu Komando Pusat Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa Selat Hormuz secara teknis masih terbuka. Meski demikian aktivitas pelayaran komersial dilaporkan turun lebih dari 80 persen karena meningkatnya ancaman keamanan, kesulitan mendapatkan asuransi pelayaran, serta pengalihan rute kapal.

Gangguan terhadap jalur tersebut langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam karena investor khawatir terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia.

Selat Hormuz merupakan jalur transit vital bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut setiap hari, sehingga setiap ancaman terhadap keamanan jalur ini dapat memicu volatilitas besar pada pasar energi dan keuangan internasional.

Copiedbagikan