Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan puncak crypto summit di Gedung Putih bersama pimpinan regulator keuangan, bursa Wall Street, dan eksekutif industri kripto global pada Rabu (19/8). Pertemuan strategis ini diadakan di tengah tersendatnya pembahasan rancangan undang-undang struktur pasar kripto, CLARITY Act, di Senat AS. Mandeknya proses legislasi selama masa reses Kongres mendorong pemerintah mengambil inisiatif untuk mempercepat kepastian hukum melalui koordinasi langsung di tingkat lembaga eksekutif.
​Agenda utama pertemuan ini menempatkan tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dan platform pasar prediksi (prediction markets) sebagai fokus utama pembahasan. Kehadiran institusi keuangan konvensional seperti Nasdaq, NYSE, CME Group, dan DTCC mencerminkan keseriusan Wall Street dalam mengadopsi pasar berbasis onchain. Di saat yang sama, raksasa industri kripto seperti Coinbase, Ripple, a16z, Chainlink, Paradigm, dan Robinhood turut hadir guna memperjelas standardisasi infrastruktur tokenisasi serta perdagangan saham onchain.
​Pertemuan tingkat tinggi ini sekaligus menandai langkah awal Innovation Advisory Committee bentukan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) yang beranggotakan 35 institusi. Melalui kolaborasi antara SEC dan CFTC, otoritas AS memberikan sinyal kesiapan untuk merilis aturan turunan, kebijakan safe harbor, serta klausul pengecualian khusus demi memberi perlindungan dan kejelasan operasional bagi para pelaku industri digital.



