​Pemerintah Amerika Serikat terus memperketat pengawasan terhadap jaringan internasional yang kerap menjebak warga negara mereka melalui berbagai skema penipuan kripto bodong. Langkah tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden Donald Trump dalam agenda keamanan siber di Gedung Putih pada Rabu (21/10).
​Dalam acara tersebut, Trump bersama jajaran pejabat tinggi seperti Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin dan Direktur FBI Kash Patel memaparkan capaian kerja timnya. Berdasarkan informasi dari pejabat Gedung Putih yang dilansir Reuters, pemerintah AS telah menyita sejumlah situs web investasi palsu dan memblokir berbagai akun penipuan daring.
​Tindakan keras ini diambil setelah FBI mencatat lonjakan kasus kejahatan siber yang sangat fantastis sepanjang tahun lalu. Kerugian warga Amerika akibat penipuan berbasis aset kripto menembus lebih dari $11,3 miliar, dengan modus utama berupa penawaran investasi palsu yang dilancarkan kelompok kejahatan terorganisir di luar negeri.
​Di tengah masifnya penindakan hukum tersebut, isu penipuan siber ini juga memicu perhatian politik di dalam negeri. Laporan investigasi Reuters sempat menyoroti aktivitas bisnis kripto pribadi milik keluarga Trump, namun pihak Gedung Putih secara tegas membantah tuduhan konflik kepentingan dan menyatakan seluruh kebijakan murni untuk melindungi masyarakat.



