

.png)
.png)

Blockchain Layer-1 Harmony tengah menghadapi dugaan eksploitasi besar setelah sekitar 4 miliar token ONE dilaporkan tercetak tanpa izin. Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 26% dari suplai token ONE.
Berdasarkan analisis on-chain yang dibagikan Juiceberg, token tersebut diduga dicetak melalui empty blocks. Sekitar 2,8 miliar ONE kemudian dengan cepat dipindahkan menuju sejumlah bursa kripto ketika harga ONE mengalami penurunan tajam.
Harmony menyatakan tengah bekerja sama dengan sejumlah bursa untuk menghentikan dan membekukan aliran dana yang berkaitan dengan insiden tersebut. Tim pengembang juga sedang menyiapkan patch sekaligus mengevaluasi kemungkinan melakukan rollback jaringan.
Namun, hingga saat ini Harmony belum mengungkap penyebab utama eksploitasi maupun mengonfirmasi secara resmi jumlah ONE yang berhasil dicetak. Karena itu, angka 4 miliar ONE masih berdasarkan temuan awal dari analisis data on-chain.
Insiden terbaru kembali menjadi pukulan bagi keamanan ekosistem Harmony. Pada 2022 silam, Horizon Bridge milik Harmony juga menjadi korban eksploitasi dengan kerugian sekitar US$100 juta. Dalam laporan pascainsiden, Harmony menyebut penyerang berhasil menguasai setidaknya dua dari empat private key validator bridge sebelum memindahkan berbagai aset dan mencuci sebagian dana melalui Tornado Cash.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.