

.png)
.png)

Universitas Harvard University dilaporkan memangkas kepemilikan ETF Bitcoin sebesar 21 persen dalam penyesuaian portofolio terbarunya. Di saat yang sama, institusi tersebut membangun posisi baru di Ether dengan nilai mencapai sekitar $87 juta.
Langkah ini mencerminkan rotasi strategi investasi dalam eksposur aset digital. Pengurangan kepemilikan ETF Bitcoin menunjukkan adanya evaluasi ulang terhadap alokasi portofolio, sementara peningkatan posisi di Ethereum mengindikasikan keyakinan terhadap prospek jangka panjang jaringan tersebut.
ETF Bitcoin selama ini menjadi jalur utama bagi institusi untuk memperoleh eksposur terhadap harga BTC tanpa harus menyimpan aset secara langsung. Sementara itu, Ether dinilai memiliki proposisi nilai berbeda karena ekosistemnya yang mendukung aplikasi terdesentralisasi, keuangan terdesentralisasi, dan tokenisasi aset.
Perubahan komposisi ini juga menyoroti pendekatan manajemen risiko yang dinamis dari investor institusional besar. Diversifikasi antara Bitcoin dan Ether menjadi strategi umum untuk menyeimbangkan potensi pertumbuhan dan volatilitas di pasar kripto.
Keputusan Harvard dipandang sebagai sinyal bahwa institusi besar terus melakukan penyesuaian taktis terhadap portofolio aset digital, seiring perkembangan regulasi dan kondisi pasar global.