Pengelola jaringan Hedera resmi masuk ke dalam deretan mitra yang mendukung peluncuran NVIDIA Open Agent Safety Platform pada Senin (28/9). Platform keamanan kecerdasan buatan (AI) berbasis open-source ini menggabungkan dua teknologi utama, yakni OpenShell dan Sentry, dengan melibatkan lebih dari 100 mitra industri papan atas, termasuk Hedera, Accenture, dan EQTY Lab.
​CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan pentingnya platform ini lewat unggahan di akun X pribadinya pada Senin (28/9). Ia menyebut langkah ini sebagai awal dari ekosistem terbuka untuk membangun fondasi kepercayaan (trust layer) bagi sistem AI masa depan. "Aplikasi AI adalah teknologi luar biasa yang akan memajukan produktivitas, keamanan, dan kesejahteraan. Namun, potensi penuhnya hanya bisa terwujud jika masyarakat percaya AI dibangun dan diterapkan secara bertanggung jawab," tulis Huang.
​Dalam ekosistem ini, teknologi Hedera dipercaya untuk memperkuat sistem pencatatan transparan yang mengawasi operasional AI agar tetap berjalan sesuai aturan tanpa manipulasi data. Integrasi blockchain ini digadang-gadang bakal menjadi standar baru dalam mengawal sistem AI bagi instansi pemerintah maupun bisnis swasta.
​Sinyal positif dari keterlibatan di proyek NVIDIA ini langsung menyuntik angin segar ke pasar kripto pada Senin (28/9). Harga token Hedera (HBAR) melesat 34,7% dalam 24 jam terakhir hingga menyentuh $0,1274. Lonjakan harian ini otomatis mengerek kinerjanya naik 37,8% dalam sepekan terakhir, walau kalau ditarik ke belakang harganya masih terkoreksi 40,3% dibanding tahun lalu.



