Hedge fund semakin menjadi pemain penting di pasar obligasi pemerintah AS atau Treasury yang bernilai sekitar $30 triliun. Kehadiran mereka membantu menyerap penerbitan utang pemerintah AS yang terus membesar ketika sebagian investor tradisional mulai memilih instrumen lain, tetapi ketergantungan terhadap hedge fund juga membawa risiko baru bagi stabilitas pasar.
Data Office of Financial Research menunjukkan hedge fund memegang sekitar $2 triliun Treasury tunai pada akhir 2025, hampir tiga kali lipat dibanding lima tahun sebelumnya. Jumlah tersebut setara sekitar 7% dari pasar Treasury dan menjadi rekor tertinggi.
Salah satu pendorongnya adalah strategi cash-futures basis trade. Sederhananya, hedge fund membeli obligasi Treasury sekaligus mengambil posisi berlawanan di kontrak futures untuk mencari keuntungan dari selisih harga yang sangat kecil. Karena marginnya tipis, strategi tersebut biasanya menggunakan utang atau leverage dalam jumlah besar.
Masuknya hedge fund membantu pemerintah AS mendapatkan pembeli ketika penerbitan utang meningkat dan dapat membantu menjaga biaya pinjaman tetap lebih rendah. Perannya juga semakin penting karena porsi Treasury yang dipegang investor asing telah menurun dibanding akhir 2000-an, sementara investor swasta menjadi pembeli yang semakin menentukan di pasar.
Risikonya muncul ketika pasar mengalami tekanan. Karena banyak posisi hedge fund menggunakan leverage, lonjakan volatilitas atau kebutuhan tambahan jaminan dapat memaksa mereka menjual Treasury secara bersamaan untuk mendapatkan uang tunai. Penjualan paksa dalam skala besar berpotensi memperparah penurunan harga obligasi dan mengganggu likuiditas pasar yang menjadi fondasi sistem keuangan global.


.png)
