​Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada Kamis (10/9) menyusul eskalasi militer yang kian memanas di kawasan Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat menembus level $100 per barel untuk pertama kalinya sejak 21 Mei 2026, mencatatkan reli kenaikan hingga lebih dari 50% sejak 2 Juli lalu. Bersamaan dengan itu, harga minyak mentah Brent naik 5% ke angka $108 per barel yang menjadi posisi tertingginya sejak Mei.
​Lonjakan harga minyak ini dipicu oleh manuver kelompok Houthi yang berhasil merebut kota pelabuhan Mokha di pesisir Laut Merah. Melansir laporan Al Jazeera pada Kamis (10/9), perebutan kota yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Selat Bab el-Mandeb tersebut memutus jalur pasokan utama pemerintah Yaman sekaligus memperkuat posisi tawar milisi atas koridor pelayaran Laut Merah bagian selatan. Sumber dari Reuters turut mengonfirmasi bahwa pasukan Houthi terus bergerak maju menuju wilayah Dhubab dan mendekati kawasan Selat Bab el-Mandeb.
​Penguasaan jalur pelayaran ini membuka ancaman gangguan yang jauh lebih besar terhadap logistik maritim internasional dan lalu lintas ekspor minyak Arab Saudi, terlebih di tengah kondisi Selat Hormuz yang masih mengalami kebuntuan sejak ditutup oleh Iran. Pihak Houthi sendiri berdalih navigasi internasional tetap aman dan operasi militer mereka hanya bersifat defensif. Namun, pelaku pasar tetap mencemaskan risiko disrupsi pasokan minyak di tengah ancaman terhadap dua jalur pelayaran paling krusial Timur Tengah tersebut.



