asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BUSDT0.10581-0.00424 ( -3.85% )
BTCUSDT62,507.6-1195.71 ( -1.88% )
EPICUSDT0.382-0.039 ( -9.26% )
ETHUSDT1,784.34-34.19 ( -1.88% )
HYPEUSDT63.321-3.92 ( -5.83% )
IAGUSDT0.024+0.0002 ( +0.84% )
SOLUSDT75.25-1.77 ( -2.3% )
XECUSDT0.00000671+0.00000095 ( +16.49% )
XRPUSDT1.0669-0.0215 ( -1.98% )
Powered by
News

Houthi Tuding Arab Saudi Serang Bandara Sanaa Demi Persulit Iran

User
July 14, 2026 | 00:08 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 14, 2026 | 00:08 WIB
Houthi Tuding Arab Saudi Serang Bandara Sanaa Demi Persulit Iran

Yaman kembali memanas setelah terjadi serangan udara yang menghantam Bandara Internasional Sanaa pada Senin (13/7). Kelompok Houthi yang menguasai wilayah utara Yaman menuduh Arab Saudi sebagai pihak yang meluncurkan serangan tersebut dan mengutuknya sebagai agresi terang-terangan. Melansir laporan Reuters, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan ini telah mengakhiri periode de-eskalasi yang sempat terjaga dalam konflik panjang tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau konfirmasi dari pihak Arab Saudi terkait tuduhan keterlibatan jet tempur mereka dalam insiden ini.

​Di sisi lain, Kementerian Pertahanan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, pihak yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, secara terbuka menyatakan bahwa angkatan bersenjata merekalah yang menargetkan landasan pacu Bandara Sanaa. Langkah ini diklaim sebagai upaya untuk mencegah pendaratan pesawat asal Iran yang dituduh melanggar kedaulatan wilayah udara Yaman. Juru bicara militer pemerintah melaporkan bahwa pesawat Iran tersebut akhirnya berhasil mendarat di Bandara Hodeidah, wilayah yang dikuasai Houthi di pesisir Laut Merah. Pemerintah Yaman menegaskan telah menghentikan upaya diplomatik dan akan merespons setiap pesawat asing yang dianggap bermusuhan dengan segala cara yang tersedia.

​Situasi di Bandara Sanaa kini semakin pelik dengan adanya laporan penahanan pesawat milik Palang Merah Internasional (ICRC) oleh kelompok Houthi. Menteri Informasi pemerintah yang diakui secara internasional, Moammar bin Mutahar Al-Eryan, menyebut bahwa pilot dan kopilot pesawat tersebut turut ditahan di lokasi kejadian. Menanggapi hal ini, juru bicara ICRC untuk Timur Tengah, Hachem Osseiran, menegaskan kepada Reuters bahwa seluruh staf dan kru pesawat dalam kondisi aman, meski ia menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai detail situasi di lapangan. Insiden ini terjadi di tengah buntu-nya kesepakatan pertukaran tahanan antara Houthi dan pemerintah yang kian menambah tensi regional di tengah eskalasi konflik Iran.

Copiedbagikan