​Platform perdagangan derivatif terdesentralisasi Hyperliquid memuncaki daftar proyek kripto dengan perolehan revenue tertinggi sepanjang tahun ini. Mengutip riset yang dirilis oleh CoinGecko pada Selasa (15/9), Hyperliquid sukses membukukan pendapatan sebesar $429,04 juta (sekitar Rp6,86 triliun) terhitung sejak 1 Januari hingga pertengahan September 2026, menyumbang 12,62% dari total pendapatan seluruh proyek kripto non-penerbit stablecoin.
​Peringkat kedua ditempati oleh launchpad memecoin Solana, Pump.fun, yang mengantongi $322,21 juta. Dominasi kedua protokol ini sangat masif, di mana kombinasi pendapatan Hyperliquid dan Pump.fun menyumbang lebih dari 22% dari total $3,40 miliar pendapatan industri yang terlacak. Posisi berikutnya diisi terminal perdagangan on-chain seperti Axiom Pro senilai $132,09 juta dan GMGN sebesar $126,03 juta.
​Daftar sepuluh besar turut diramaikan oleh penerbit stablecoin Sky senilai $129,87 juta, pasar prediksi Polymarket sebesar $115,48 juta, dan proyek World Liberty Financial dengan perolehan $95,37 juta. Paxos, edgeX, serta Titan Builder melengkapi deretan papan atas dengan torehan masing-masing di atas $83 juta. Analisis ini sengaja mengecualikan entitas raksasa seperti Tether, Circle, dan manajer aset TradFi Grayscale guna menjaga perbandingan yang berimbang di tingkat protokol native kripto.
​CoinGecko mencatat bahwa rata-rata pendapatan bulanan industri kripto sepanjang Januari hingga Agustus 2026 berada di kisaran $1,08 miliar per bulan. Kendati mencatatkan penurunan sekitar 11,68% dibanding rata-rata bulanan tahun 2025 yang sempat menyentuh $1,22 miliar, performa monetisasi protokol on-chain dinilai tetap tangguh di tengah fluktuasi pasar dan koreksi harga aset kripto utama.



