asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.692+0.005 ( +0.73% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT76,723.7-596.14 ( -0.77% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,475.72-58.77 ( -2.32% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT77.36-2.96 ( -3.68% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.9524+0.7331 ( +334.29% )
tether usd iconmagiccraft iconMCRTUSDT0.00012709-0.000008 ( -5.92% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT99.6-2.64 ( -2.58% )
tether usd iconsteem iconSTEEMUSDT0.06826+0.02186 ( +47.11% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7092-0.0197 ( -2.7% )
Powered by
powered by triv
News - Regulation

IMF Tolak Proposal Pakistan untuk Subsidi Listrik Penambangan Bitcoin

User
July 3, 2025 | 21:19 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 3, 2025 | 21:19 WIB
IMF Tolak Proposal Pakistan untuk Subsidi Listrik Penambangan Bitcoin

International Monetary Fund (IMF) telah menolak proposal Pakistan untuk menyubsidi tarif listrik bagi operasi penambangan Bitcoin, dengan alasan meningkatnya beban pada sistem listrik, risiko hukum, dan potensi gangguan pasar. Keputusan ini muncul setelah adanya rencana Pakistan untuk mengalokasikan 2.000 megawatt (MW) listrik untuk penambangan kripto dan pusat data AI, sebuah langkah yang awalnya bertujuan menarik investasi asing.

Menurut laporan dari moneycheck, IMF menentang segala bentuk subsidi khusus, termasuk untuk operasi penambangan digital, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Daya Pakistan, Dr. Fakhray Alam Irfan, dalam sesi dengan Komite Tetap Senat. Proposal tersebut awalnya dirancang untuk memanfaatkan kelebihan listrik musiman, terutama pada bulan-bulan musim dingin, untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penambangan Bitcoin, dengan proyeksi potensi pendapatan tahunan hingga $1,8 miliar.

IMF memperingatkan bahwa subsidi tersebut dapat meningkatkan tarif listrik dan memperburuk utang sektor energi Pakistan, yang sudah dilanda krisis, sebagaimana dicatat dalam laporan Reuters pada 26 Mei 2025 silam. Selain itu, legalitas penambangan kripto di Pakistan masih dipertanyakan, menambah kerumitan regulasi.

Penolakan ini dapat memperlambat ambisi Pakistan untuk menjadi pusat penambangan kripto dan AI, terutama karena biaya listrik yang lebih tinggi tanpa subsidi dapat menghalangi masuknya modal asing. Pakistan sebagai salah satu negara paling rentan terhadap perubahan iklim, menghadapi tekanan untuk beralih ke energi terbarukan, yang dapat menjadi faktor dalam negosiasi mendatang.

 

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan