


​Perusahan listrik negara Rusia, Rosseti, kini menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai senjata baru untuk memerangi pencurian listrik oleh pelaku mining Bitcoin ilegal. Mengutip laporan dari laman DL News, langkah agresif ini dilakukan untuk menekan kerugian negara yang ditaksir mencapai lebih dari 16,6 juta dolar AS per tahun.​
Pimpinan Rosseti, Boris Ebzeev, menjelaskan bahwa perusahaan sedang menguji pendekatan baru dengan menanamkan analisis algoritma data AI langsung ke dalam meteran pintar yang dirancang untuk memantau aliran data dan mendeteksi anomali konsumsi listrik atau tanda-tanda manipulasi meteran secara real-time.Upaya penertiban berbasis teknologi ini berhasil menangkap pelaku kelas kakap.
Dinas Keamanan Federal Rusia dilaporkan berhasil membongkar skema mining ilegal besar-besaran yang menyeret Maxim Yatsun, putra dari mantan kandidat presiden Rusia, Andrey Yatsun. Maxim, yang merupakan pemilik perusahaan konstruksi, "terciduk" di wilayah Chelyabinsk bersama tiga orang lainnya. Mereka didakwa melakukan penipuan skala besar dengan modus memalsukan dokumen konsumsi listrik di fasilitas industri mereka untuk menyamarkan operasi mining. Total kerugian listrik dalam kasus spesifik ini diperkirakan mencapai 1,5 juta dolar AS