asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT74,221.8-1547.98 ( -2.04% )
ETHUSDT2,018.28-53.37 ( -2.58% )
HYPEUSDT57.913-2.21 ( -3.67% )
INSPUSDT0.000718+0.000181 ( +33.71% )
MAPOUSDT0.001967-0.000504 ( -20.4% )
QUICKUSDT0.00859+0.00096 ( +12.58% )
SOLUSDT82.21-1.52 ( -1.82% )
SUIUSDT0.9521-0.0469 ( -4.7% )
Powered by
News - Web3

Industri Kripto Dihancurkan Gary Gensler, Trump Janji Jadikan AS Pusat Dunia

User
May 28, 2026 | 06:30 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 28, 2026 | 06:30 WIB
Industri Kripto Dihancurkan Gary Gensler, Trump Janji Jadikan AS Pusat Dunia

​Donald Trump melontarkan serangan terbuka kepada mantan pimpinan SEC, Gary Gensler, melalui platform Truth Social pada Rabu (27/5) waktu AS. Dalam unggahan tersebut, Trump menuding Gensler beserta kelompok "Pasukan Anti-Kripto" nyaris menghancurkan industri kripto Amerika karena membuat para inovator dan pelaku usaha terpaksa hengkang ke luar negeri. Meski begitu, ia mengklaim telah berhasil menyelamatkan industri kripto dan mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat akan menjadi pusat kripto dunia.

​Guna mencegah eksodus pelaku industri terulang, Trump berjanji akan merumuskan regulasi struktur market kripto yang menjamin kepastian jangka panjang. Aturan ini dirancang secara kokoh agar tidak bisa dibongkar kembali oleh pihak-pihak yang membenci kripto di kemudian hari. Melalui jaminan kepastian hukum ini, Trump secara terbuka menyambut para developer dan founder untuk kembali pulang dan membangun sistem keuangan modern di Amerika, tanpa perlu takut terhadap bayang-bayang regulasi yang represif.

​Menutup pernyataannya, Trump menyatakan komitmennya untuk tidak akan pernah mengecewakan komunitas kripto. Retorika politik yang agresif ini memberikan sinyal bullish yang kuat bagi industri secara keseluruhan. Narasi perlindungan ini dinilai mampu memulihkan kepercayaan pelaku usaha, sekaligus berpotensi menarik pulang miliaran dolar AS aliran modal institusional yang sebelumnya terpaksa mencari perlindungan di yurisdiksi luar Amerika.

Copiedbagikan