


​Jaringan Layer-2 Base secara resmi telah mengaktifkan standar token B20 di jaringan mainnet mereka pada Rabu (8/7) pukul 18.00 UTC. Kehadiran framework baru ini menjadi angin segar bagi para developer karena mereka kini bisa menerbitkan stablecoin native, Real-World Assets/RWA, hingga saham tokenisasi langsung lewat infrastruktur bawaan Base. Terobosan ini secara efektif memangkas kerumitan teknis, sehingga developer tidak perlu lagi repot menulis ataupun melakukan audit eksternal terhadap smart contract kustom secara terpisah.
​Meski membawa sistem baru, standar B20 ini dirancang agar tetap kompatibel penuh dengan spesifikasi standar ERC-20. Artinya, seluruh wallet, bursa kripto, hingga platform indeks yang sudah ada bisa langsung mengenali token baru ini tanpa perlu modifikasi teknis. Menariknya, B20 menyertakan kendali penerbit (issuer controls) bawaan yang sangat fleksibel, mencakup opsi minting, burning, pembatasan transfer, hingga fitur kepatuhan regulasi seperti pembekuan aset jika sewaktu-waktu diperlukan oleh institusi teregulasi. Khusus untuk versi stablecoin, token akan dikunci dengan format enam desimal dan wajib mencantumkan denominasi mata uang fiat.
​Peluncuran standar B20 ini merupakan bagian dari upgrade jaringan bertajuk Beryl upgrade, yang juga berhasil memotong durasi standar penarikan dana dari Base kembali ke jaringan utama Ethereum menjadi hanya lima hari. Walaupun sempat tertunda satu hari karena masalah sinkronisasi registri dan diwarnai isu gangguan pada infrastruktur sequencer Base di akhir Juni lalu, peluncuran ini pada akhirnya sukses berjalan aman dan menjadi tonggak penting bagi adopsi institusi di ekosistem Base.
​Sebagai catatan penting, peluncuran standar B20 ini bukan berarti Base sedang melakukan Token Generation Event (TGE) untuk merilis token jaringan mereka sendiri. Inisiatif ini murni merupakan peluncuran standar teknologi smart contract baru yang disediakan untuk memfasilitasi pihak ketiga dalam menerbitkan aset di atas jaringan Base.