asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT77,700.0+895.54 ( +1.17% )
EDENUSDT0.1195+0.0371 ( +45.02% )
ETHUSDT2,140.14+28.26 ( +1.34% )
HYPEUSDT52.71+4.0 ( +8.21% )
MASUSDT0.00276-0.00085 ( -23.55% )
SOLUSDT86.23+1.91 ( +2.27% )
TRXUSDT0.3596+0.0039 ( +1.1% )
U2UUSDT0.000513+0.000021 ( +4.27% )
Powered by
News - Web3

Inflasi AS Memanas, Wintermute Sebut BTC Berpotensi Drop ke $70.000

User
May 19, 2026 | 23:50 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 19, 2026 | 23:50 WIB
Inflasi AS Memanas, Wintermute Sebut BTC Berpotensi Drop ke $70.000

​Wintermute baru saja merilis laporan market update mingguan terbaru pada Selasa (19/5). Dalam risetnya, Wintermute menyoroti kejatuhan sektor aset digital di mana pergerakan harga Bitcoin merosot 5,7 persen ke kisaran $78.000 dan Ethereum jatuh hingga 10,2 persen dalam sepekan. Koreksi tajam ini utamanya dipicu oleh aksi profit-taking masif dari investor institusional yang memanfaatkan momentum kenaikan sebelumnya untuk keluar dari aset berisiko. Langkah tersebut mengakibatkan outflow dana dari ETF spot Bitcoin menembus angka $1 miliar, sekaligus memutus tren inflow yang sempat bertahan selama enam minggu berturut-turut.

​Wintermute menyatakan bahwa anjloknya harga BTC tersebut merupakan dampak langsung dari kondisi ekonomi makro Amerika Serikat (AS) yang kembali memanas. Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan April melonjak di angka 3,8 persen secara tahunan (YoY), melebihi ekspektasi pasar. Lonjakan inflasi ini langsung memicu kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun ke level 4,58 persen, sekaligus memaksa para pelaku market mengantisipasi peluang sebesar 44 persen bagi Bank Sentral AS (Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

​Secara teknikal, laporan tersebut mengonfirmasi bahwa pergerakan BTC berulang kali gagal menembus indikator moving average 200 hari yang berada di level $82.200 akibat rapuhnya likuiditas spot. Penurunan cadangan aset di berbagai platform exchange ke level terendah pun dinilai belum mampu menahan laju koreksi jangka pendek ini karena derasnya peralihan modal ke komoditas global. Saat ini, level harga $76.000 hingga $78.000 menjadi area support krusial yang menentukan apakah BTC mampu bertahan atau justru berpotensi drop lebih dalam ke area $70.000.

Copiedbagikan