


​Market maker kripto Wintermute resmi meluncurkan platform kurator vault desentralisasi bernama Armitage. Melansir rilis resmi dari akun resmi mereka pada Selasa (19/5), platform non-kustodian ini dirancang untuk memudahkan investor institusi mengalokasikan modal serta menyeimbangkan eksposur portofolio secara otomatis tanpa perlu memantau aktivitas market secara aktif. Platform ini beroperasi penuh menggunakan smart contract dan tidak menerapkan persyaratan KYC.
​Peluncuran Armitage ini memanfaatkan momentum tren vault institusional yang kian diminati, menyusul kesuksesan protokol serupa seperti Morpho di Ethereum dan Kamino di Solana. Melalui platform ini, para kurator dapat merancang strategi yield kompleks yang mencakup aktivitas penyediaan likuiditas, restaking, hingga sektor pinjaman. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan segmen institusi yang membutuhkan manajemen risiko ketat di atas parameter yang telah ditentukan.
​Keunggulan utama Armitage terletak pada integrasi langsung dengan infrastruktur perdagangan Wintermute yang mencatat volume harian di atas $10 miliar pada lebih dari 50 jaringan. Kapasitas Wintermute dalam mengeksekusi likuidasi secara mandiri di berbagai platform dan exchange memberikan fleksibilitas tinggi bagi portofolio ini. Fitur operasional tersebut memungkinkan Armitage untuk menerima berbagai jenis collateral yang umumnya ditolak oleh kurator vault lain di market.