Harga minyak mentah internasional melanjutkan penurunan selama dua hari beruntun seiring pulihnya ekspor dari Timur Tengah dan keputusan Saudi Aramco memangkas harga jual. Berdasarkan data per Selasa (6/10), West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran $90 per barel setelah terkoreksi 3,7% dalam dua sesi sebelumnya, sementara Brent bertahan di dekat level $100 per barel.
​Pelonggaran tekanan pasokan dipicu oleh kembali normalnya lalu lintas tanker di Selat Hormuz serta lonjakan produksi dari negara-negara produsen. Kuwait mengonfirmasi kapasitas produksinya telah pulih hingga 75%, sementara Irak mulai mengamankan armada tanker tambahan. Sentimen ini makin diperkuat oleh langkah Saudi Aramco yang memotong harga jual resmi varian Arab Light ke pasar Asia hingga ke titik terendah dalam enam tahun terakhir.
​Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis laporan Short-Term Energy Outlook dari US Energy Information Administration (EIA) untuk memetakan proyeksi permintaan bahan bakar jelang musim dingin. Laporan tersebut dinilai krusial untuk memberikan kejelasan atas dinamika pasokan serta arah pergerakan harga distilat seperti diesel dan minyak pemanas.



