asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT73,653.8-2191.16 ( -2.89% )
ETHUSDT1,986.59-90.48 ( -4.36% )
HYPEUSDT58.22-2.55 ( -4.2% )
INSPUSDT0.000736+0.00022 ( +42.64% )
MAPOUSDT0.001901-0.000421 ( -18.13% )
QUICKUSDT0.00861+0.0009 ( +11.67% )
SOLUSDT81.3-2.59 ( -3.09% )
SUIUSDT0.9382-0.0662 ( -6.59% )
Powered by
News

Kepemilikan Obligasi AS oleh Institusi Asing Turun ke Level Terendah Sejak 2012

User
May 28, 2026 | 09:16 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
May 28, 2026 | 09:16 WIB
Kepemilikan Obligasi AS oleh Institusi Asing Turun ke Level Terendah Sejak 2012

Nilai obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasuries yang disimpan dalam kustodian Federal Reserve untuk institusi asing dilaporkan turun menjadi sekitar $2,68 triliun, level terendah sejak 2012.

Data tersebut mencerminkan jumlah surat utang pemerintah AS yang dimiliki pemerintah asing, bank sentral, dan institusi internasional melalui akun penitipan di Federal Reserve.

Sejak Maret 2025, total kepemilikan asing terhadap Treasury tercatat telah berkurang sekitar $265 miliar.

Penurunan bahkan disebut semakin cepat sejak pecahnya konflik Iran, dengan penurunan sekitar $120 miliar hanya dalam tiga bulan terakhir.

Sebagai perbandingan, kepemilikan Treasury asing di Federal Reserve sempat mencapai puncak sekitar $3,14 triliun pada Maret 2021.

Analis menilai kondisi ini menunjukkan semakin banyak bank sentral dan pemerintah asing yang mulai mengurangi eksposur terhadap utang pemerintah AS.

Salah satu faktor utama di balik aksi jual tersebut adalah kebutuhan negara-negara untuk mendapatkan likuiditas dolar AS guna menopang nilai tukar mata uang domestik di tengah lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi global.

Kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik dinilai memaksa banyak negara melakukan intervensi pasar valuta asing, sehingga mereka menjual sebagian kepemilikan Treasury untuk memperoleh cadangan dolar tambahan.

Perkembangan ini juga memicu perhatian pasar global karena penurunan minat asing terhadap obligasi AS berpotensi memengaruhi stabilitas pasar surat utang Amerika Serikat dalam jangka panjang.

Copiedbagikan