asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT63,264.0+1189.35 ( +1.92% )
EPICUSDT0.349+0.03 ( +9.4% )
ETHUSDT1,747.22+13.44 ( +0.78% )
HYPEUSDT67.377+0.9 ( +1.35% )
IAGUSDT0.02145-0.00773 ( -26.49% )
NFPUSDT0.00379-0.00164 ( -30.2% )
SDEXUSDT0.000614-0.000676 ( -52.4% )
SOLUSDT78.04+1.0 ( +1.3% )
TACUSDT0.00427+0.0015 ( +54.15% )
Powered by
News - Web3

Bukan Strategy, JPMorgan Sebut Private Blockchain Lebih Berbahaya bagi Bitcoin

User
July 10, 2026 | 01:12 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 10, 2026 | 01:12 WIB
Bukan Strategy, JPMorgan Sebut Private Blockchain Lebih Berbahaya bagi Bitcoin

​JPMorgan memberikan peringatan tegas kepada para investor bahwa ancaman struktural terbesar bagi masa depan Bitcoin bukanlah dominasi kepemilikan aset dari perusahaan raksasa seperti Strategy. Berdasarkan catatan analisis terbaru yang dipimpin oleh Nikolaos Panigirtzoglou pada Kamis (9/7), risiko sesungguhnya justru datang dari tren adopsi institusional terhadap jaringan blockchain privat (permissioned networks) yang secara total mengabaikan ekosistem blockchain privat. Jika institusi keuangan global lebih memilih memindahkan triliunan dolar melalui jaringan privat, maka permintaan institusional yang selama ini diharapkan menjadi katalis utama pendorong harga Bitcoin berpotensi tidak akan pernah terealisasi.

​Kekhawatiran pasar selama ini memang terus tertuju pada dominasi Strategy yang kini menguasai sekitar 4,2% dari total pasokan Bitcoin, termasuk akumulasi pembelian senilai $8,2 miliar sepanjang tahun 2026. Namun, JPMorgan menyoroti bahwa perputaran uang yang jauh lebih masif justru sedang terjadi secara senyap melalui platform blockchain privat internal mereka sendiri, yakni Kinexys, yang tercatat telah sukses memproses transaksi hingga $4 triliun. Angka tersebut membuktikan bahwa adopsi teknologi blockchain oleh institusi berskala besar kini sedang berjalan pesat untuk memindahkan likuiditas riil, namun sama sekali tidak melibatkan Bitcoin ataupun token kripto di jaringan publik.

​Analisis ini secara langsung menantang narasi populer yang meyakini bahwa adopsi teknologi blockchain secara otomatis akan mengerek nilai aset kripto publik. JPMorgan memperingatkan para investor untuk mulai mengalihkan fokus pengawasan pada seberapa cepat jaringan privat seperti Kinexys berekspansi mengambil alih sektor tokenisasi aset, pembayaran lintas batas, dan infrastruktur kliring. Jika jaringan privat ini terus menyerap likuiditas institusional, Bitcoin bisa secara perlahan kehilangan relevansinya.

Copiedbagikan