

.png)
.png)

Perusahaan keuangan EY memperingatkan bahwa Inggris berpotensi mengalami resesi pada 2027 apabila Selat Hormuz tetap ditutup hingga melewati pertengahan tahun depan. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut dinilai dapat memicu guncangan berkepanjangan terhadap pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi global.
Dalam proyeksinya, EY menilai gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz akan mendorong lonjakan harga minyak dan gas, sehingga meningkatkan tekanan inflasi serta biaya produksi di berbagai sektor ekonomi. Kondisi tersebut diperkirakan akan memperlambat aktivitas bisnis dan menekan daya beli masyarakat Inggris.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia, dengan sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut. Penutupan jalur ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional dan memicu volatilitas harga komoditas.
Bagi Inggris, kenaikan harga energi dapat memperbesar beban rumah tangga dan dunia usaha, sekaligus membatasi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Kombinasi inflasi tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi berpotensi meningkatkan risiko resesi.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.