BUMN energi raksasa asal Brasil, Petrobras, resmi menguji coba teknologi blockchain Cardano untuk memverifikasi klaim ramah lingkungan pada produk bahan bakar terbarukannya. Bekerja sama dengan Cardano Foundation dan peneliti dari Universitas PUC-Rio, proyek ini berfokus pada dua jenis BBM ramah lingkungan utama: avtur hijau untuk pesawat (sustainable aviation fuel / SAF) dan produk solar terbarukan milik Petrobras, Diesel R.
​Secara spesifik, teknologi blockchain Cardano dipakai untuk memantau alur distribusi kedua jenis BBM ini agar data yang tercatat benar-benar akurat. Pada avtur hijau, sistem mencatat klaim ramah lingkungan secara digital supaya tidak ada pihak yang mengklaim manfaat karbon yang sama dua kali (double-counting). Sementara pada Diesel R, teknologi ini memasang "pos pencatatan digital" dari tempat pabrik dibuat, saat dikirim di perjalanan, hingga sampai dan dipakai konsumen. Hasilnya, perusahaan bisa dengan mudah membuktikan seberapa bersih BBM yang mereka distribusikan secara transparan.
​Langkah ini mempertegas bagaimana blockchain publik mulai dimanfaatkan oleh perusahaan dunia sebagai infrastruktur pencatatan data yang sulit dimanipulasi, khususnya dalam rantai pasok industri energi.
​Integrasi teknis ini sekaligus memperluas kolaborasi yang diawali dari sektor edukasi. Melalui kemitraan dengan Cardano Academy dan Petrobras University, program tersebut telah menjangkau 45.000 karyawan Petrobras lewat lokakarya di metaverse, kuis interaktif, serta sertifikat dan NFT dinamis on-chain untuk mencatat progres belajar peserta.



